



Sekolah tentara seperti Sekkau dan Seskoau (tampaknya juga hingga di Sesko TNI sampai Lemhannas, ga tau persis sih karena saya belum mengalaminya), yang namanya ”lembar merah” dan ”diskusi” sudah menjadi menu utama selama masa pendidikan berlangsung.
Lembar Merah (LM) adalah sebutan untuk kertas penugasan pembuatan karya tulis berfomat Kertas Karya Acuan (KKA) bagi setiap pasis yang kebetulan memang berwarna merah. Di lembar merah itulah lembaga Sekkau melalui departemen-departemen yang ada (Dep Jemen, Dep Ops, Dep. Mastra, Dep. Juang), menggelontorkan lembar merah yang totalnya sekitar 30an penugasan.
Bagi pasis yang “canggih”, biasa nulis, bekerja dalam tekanan, sebetulnya ya gak masalah menghadapi LM yang datangnya bertubi-tubi, masuk ke loker masing-masing pasis. Tapi faktnya tak sedikit dari pasis yang sepertinya “mendem” oleh LM! Terbukti dari KKA yang mereka buat tampak yang dibuat asal-asalan dan acak-acakan.
Dari KKA itulah kemudian setiap masalah yang ditentukan didiskusikan oleh masing-masing kelompok di ruang kelompok masing-masing pula. Pada saat diskusi inilah, peran perwira penuntun (patun) sangat besar untuk menjaga agar jalannya diskusi berlangsung on the right track. Diskusi dipimpin oleh ketua diskusi yang berlaku bergiliran, didampingi seorang sekretaris diskusi dan notulen.
Ajang diskusi ini sesungguhnya sebagai “laboratorium” bagi para pasis untuk melatih bicara efektif, mempertahankan argumentasi, sharing isi pikiran, dan lain-lain. Oleh karena itu sungguh sayang jika ada pasis yang tidak memanfaatkan forum diskusi ini justru karena KKA yang mereka buat adalah hasil “bajakan” alias “taipak” para senior terdahulu. Harusnya selama sekolah mereka punya kesempatan untuk berpikir orisinil, bukan malah mangandalkan pikiran bajakan “dotcom” (sedot computer). Kasian deh lu!***(gus)
Lembar Merah (LM) adalah sebutan untuk kertas penugasan pembuatan karya tulis berfomat Kertas Karya Acuan (KKA) bagi setiap pasis yang kebetulan memang berwarna merah. Di lembar merah itulah lembaga Sekkau melalui departemen-departemen yang ada (Dep Jemen, Dep Ops, Dep. Mastra, Dep. Juang), menggelontorkan lembar merah yang totalnya sekitar 30an penugasan.
Bagi pasis yang “canggih”, biasa nulis, bekerja dalam tekanan, sebetulnya ya gak masalah menghadapi LM yang datangnya bertubi-tubi, masuk ke loker masing-masing pasis. Tapi faktnya tak sedikit dari pasis yang sepertinya “mendem” oleh LM! Terbukti dari KKA yang mereka buat tampak yang dibuat asal-asalan dan acak-acakan.
Dari KKA itulah kemudian setiap masalah yang ditentukan didiskusikan oleh masing-masing kelompok di ruang kelompok masing-masing pula. Pada saat diskusi inilah, peran perwira penuntun (patun) sangat besar untuk menjaga agar jalannya diskusi berlangsung on the right track. Diskusi dipimpin oleh ketua diskusi yang berlaku bergiliran, didampingi seorang sekretaris diskusi dan notulen.
Ajang diskusi ini sesungguhnya sebagai “laboratorium” bagi para pasis untuk melatih bicara efektif, mempertahankan argumentasi, sharing isi pikiran, dan lain-lain. Oleh karena itu sungguh sayang jika ada pasis yang tidak memanfaatkan forum diskusi ini justru karena KKA yang mereka buat adalah hasil “bajakan” alias “taipak” para senior terdahulu. Harusnya selama sekolah mereka punya kesempatan untuk berpikir orisinil, bukan malah mangandalkan pikiran bajakan “dotcom” (sedot computer). Kasian deh lu!***(gus)





























