Hal-hal yang ada di Film India dan tidak akan kita temukan sehari-hari
1. Seorang pria tidak akan merasa sakit saat melakukan perkelahian sengit namun akan mengaduh sakit saat seorang wanita berusaha membersihkan lukanya.
2. Tokoh jagoannya tak pernah jatuh cinta pada jagoan wanita kecuali sebelumnya mereka menari-nari di bawah hujan.
3. Sekali dipakai make-upnya tidak pernah luntur, saat hujan ataupun saat lainnya.
4. Dua orang kekasih bisa menari-nari ditengah lapang dan entah dari mana 100 orang lainnya akan muncul dari antah berantah dan bergabung menari bersama mereka. (penari latar michael jackson aja kalah banyak)
5. Pada babak akhir, sang jagoan akan menemukan bahwa si tokoh jahat yang dilawannya sebenarnya adalah saudara kandungnya, wanita tua yang mencarinya adalah ibunya dan kepala inspektur adalah ayahnya serta sang hakim adalah pamannya dan seterusnya.
6. Kata-kata Inggris yang biasanya muncul adalah (biasanya diucapkan keras2 di antara kalimat) No Problem!, My God!, Get Out!, Shut-up!, Impossible!, Please forgive me! SHIT..!
7. Mereka berguling-guling dan berputar2 sambil bernyanyi dan muncul lagi dengan pakaian berbeda.
8. Mereka bisa berlari mengelilingi pohon kelapa, bernyanyi, saling memandang dan memalingkan muka menggoda dan berganti pakaian pada waktu yang sama tanpa menarik nafas.
9. Jagoan gak boleh liat pohon dan tiang listrik, pasti joget dulu muter2 dan tiba2 wanitanya muncul, gak heran film india minimal pasti 3 jam bisa lebih gak rugi sih.
10. Airmata sang jagoan dan si wanita gampang mengucur bak keran air, tapi cepat juga kering dan langsung joget bok!
Hal-hal yang ada di Film Kungfu Cina dan tidak akan kita temukan sehari-hari
1. Menjadi orangtua sang jagoan selalu bernasib sial dan biasanya selalu dibunuh oleh musuh saat si jagoan masih muda, dan si jagoan akan jadi yatim piatu trus belajar ilmu silat dan balas dendam dstnya
2. Ketika seseorang terluka berat dan sekarat, ia selalu berhasil bertahan hidup dan mengucapkan beberapa kalimat untuk mengungkapkan si pembunuh sebelum kepalanya terkulai dan menyatakan dirinya telah benar2 mati.
3. Orang-orang yang mahir kungfu mampu terbang ke atas atap, ke atas pohon dan menempuh jarak jauh tanpa berkeringat. Namun saat berjalan ke kota dan desa-desa mereka tetap harus berjalan kaki atau menunggang kuda.
4. Sang jagoan tak perlu bekerja untuk mendapatkan uang, namun selalu memiliki uang emas dan perak untuk membayar makanan mereka.(minta jatah preman kali ye)
5. Sang jagoan dan sang penjahat akan saling bertemu walaupun Negara mereka sangat luas dan tak peduli dimanapun mereka berada. (padahal belon ada HP)
6. Menyembuhkan luka dalam di tubuh cukup dengan duduk bersilang kaki, telapak tangan di lutut dan asap keluar dari kepala.
7. Mereka bisa menyimpan banyak barang di baju lengan panjang mereka dan tak pernah menjatuhkannya. Terutama sedemikian banyak logam2 emas.dan botol2 obat penyembuh berbagai racun
8. Jagoan pasti jago minum arak, apalagi sedang kesel/marah, sekali minum bisa berdrum2 (5-10 drum) kayak jacky chan pendekar mabuk.
9. Sebelum mati, sang guru bisa mentransfer tenaga dalam ke muridnya hanya dengan menempelkan telapak tangan ke pundak si murid begitu gampang dan cepat bahkan mengalahkan kecepatan USB cable, infra red dan bluetooth jaman sekarang
10. Hebatnya kalo wanita mengenakan kostum pria, dan suaranya suara wanita, namun orang2 bahkan pendekar2 pria tidak sadar bahwa itu seorang wanita, harus melalui proses tak sengaja menyentuh dada si wanita baru pendekarnya sadar. Alamak pendekar centil!***
Rabu, 29 April 2009
Selasa, 28 April 2009
DAUN ULAR (UBI JALAR)...... OBAT DBD PALING AMPUH
Obat DBD,demam berdarah dengue yang paling top dan ampuh saat ini, dan perlu dimasyarakatkan adalah Daun ULAR, alias Daun UBI JALAR.Ambil pucuk daun ubi jalar sebanyak porsi ikatan sayuran, rebus denganseliter air selama lebih dari 5 menit [godok 1 jam juga bisa]. Minum sebagai pengganti air minum, berarti sekitar seliter sehari. Ubi jalar ya Bung, bukan daun singkong. Ubi Jalar. Makanya saya pendekin jadi DAUN ULAR, biar pade inget, karena sudah beberapa teman jadi kekenyangan makan daun singkong.
Resep ini sudah saya coba beberapa kali.. Ponakan kena DBD, trombosit turun ke 80 ribu, sehari diberi rebusan daun ular, langsung naik diatas 150 ribu. Rumah sakit pada marah, kehilangan pasien. hehehe..Beberapa teman juga saya sudah suruh coba, ampuh Boss. Isteri saya 3 minggu lewat di "vonis" DBD oleh dokter, tanpa lihat hasil labnya, langsung saya kasih daun ular kita, besoknya test lagi Trombositnya jadi396. Gila,maximumnya biasanya 400 ribu. Ternyata waktu dibilang DBD, trombosit istri saya masih 150 ribu. Hebat tenan.
Resep ini dari mana? Dari teman di Philippine, dan sedang populer sekalidisana dan beberapa kali menjadi topik seminar kesehatan disana. Untuk lebih afdolnya anda googling saja "comote" atau "kamote", begitu bahasa sononya, supaya ndak merasa dikadalin...Jangan googling nya "daun ular", yang keluar nanti gambar kobra ngantuk.. hehehe. Selamat mencoba dan tolong terusin ke tetangga dong. Ini murah meriah danHEBAT. Effek sampingan mestinya nggak ada, karena daun ini biasa juga dibikin jadi sayur di kampung oweh atau paling nggak dibikin menjadi makanan ternak…***(sumber: milis Palmturi)
Resep ini sudah saya coba beberapa kali.. Ponakan kena DBD, trombosit turun ke 80 ribu, sehari diberi rebusan daun ular, langsung naik diatas 150 ribu. Rumah sakit pada marah, kehilangan pasien. hehehe..Beberapa teman juga saya sudah suruh coba, ampuh Boss. Isteri saya 3 minggu lewat di "vonis" DBD oleh dokter, tanpa lihat hasil labnya, langsung saya kasih daun ular kita, besoknya test lagi Trombositnya jadi396. Gila,maximumnya biasanya 400 ribu. Ternyata waktu dibilang DBD, trombosit istri saya masih 150 ribu. Hebat tenan.
Resep ini dari mana? Dari teman di Philippine, dan sedang populer sekalidisana dan beberapa kali menjadi topik seminar kesehatan disana. Untuk lebih afdolnya anda googling saja "comote" atau "kamote", begitu bahasa sononya, supaya ndak merasa dikadalin...Jangan googling nya "daun ular", yang keluar nanti gambar kobra ngantuk.. hehehe. Selamat mencoba dan tolong terusin ke tetangga dong. Ini murah meriah danHEBAT. Effek sampingan mestinya nggak ada, karena daun ini biasa juga dibikin jadi sayur di kampung oweh atau paling nggak dibikin menjadi makanan ternak…***(sumber: milis Palmturi)
Rabu, 22 April 2009
BERTEPUK SEBELAH TANGAN
Anda tentu pernah mendengar papatah yang berbunyi "bertepuk sebelah tangan" kan? Maknanya kurang lebih "melakukan hal yang tak mungkin" atau "gagal". Paling cocok untuk menggambarkan upaya yang dilakukan seseorang, misalnya cowok naksir cewek, namun ternyata sang cewek tak sudi menerima "taksiran" sang cowok. Di sinilah berlaku sang cowok "bertepuk sebelah tangan".
Tapi ini bukan perkara cowok naksir cewek atau sebaliknya, ini perkara "upaya daripada yang mana" (halah bahasa apa ini? warisan orba yang sampe sekarang masih saja ada penggemarnya! Heran!). Tepatnya perkara "ajakan untuk menggali potensi diri dan memanfaatkan fasilitas", yaitu keharian BLOG ini sebagai media penyalur kreasi, ide, uneg2, silaturahmi, dll dll, dengan memanfaatkan fasilitas hotspot gratis yang dibiayai oleh negara. Karena BLOG RESMI atau bahkan WEBSITE RESMI dari lembaga Sekkau belum ada, ya dibikinlah blog partikelir dan amatir ini. Yang penting tujuannya tetap tercapai. Namun ternyata RESPONSNYA LEMAH.
Sang penggagas, kreator, yang sejak awal sudah men-declare bahwa ini blog yang bisa diisi oleh semua komunitas patun (dengan memberitahukan kode login dan password-nya), ternyata yang ngisi ya sang penggagas doang! Berarti sang penggagas telah "bertepuk sebelah tangan".... Dan ketika sang penggagas dengan terpaksa memposting ide-ide atau pendapatnya sendirian, maka hal itu rawan terhadap salah persepsi dari pihak lain...Kesimpulannya: yowis embuh!
Nah, bertitik tolak dari kesimpulan yang "yowis embuh" itu, maka mulai hari ini nama blog ini diubah menjadi "BUAH ZAITUN" dan benar-benar murni blog pribadi sang penggagas. Jika content atau isi dari blog ini sebagian besar berkaitan dengan kegiatan atau dinamika di lembaga Sekkau, ya wajar saja karena sang penggagas memang seorang patun Sekkau. Jadi mungkin masa berlaku blog ini hanya sampai sang penggagas menyelesaikan masa baktinya di lembaga ini, alias ketika dapat "skep pindah". Setelah itu yowis bubar.***(gus)
Tapi ini bukan perkara cowok naksir cewek atau sebaliknya, ini perkara "upaya daripada yang mana" (halah bahasa apa ini? warisan orba yang sampe sekarang masih saja ada penggemarnya! Heran!). Tepatnya perkara "ajakan untuk menggali potensi diri dan memanfaatkan fasilitas", yaitu keharian BLOG ini sebagai media penyalur kreasi, ide, uneg2, silaturahmi, dll dll, dengan memanfaatkan fasilitas hotspot gratis yang dibiayai oleh negara. Karena BLOG RESMI atau bahkan WEBSITE RESMI dari lembaga Sekkau belum ada, ya dibikinlah blog partikelir dan amatir ini. Yang penting tujuannya tetap tercapai. Namun ternyata RESPONSNYA LEMAH.
Sang penggagas, kreator, yang sejak awal sudah men-declare bahwa ini blog yang bisa diisi oleh semua komunitas patun (dengan memberitahukan kode login dan password-nya), ternyata yang ngisi ya sang penggagas doang! Berarti sang penggagas telah "bertepuk sebelah tangan".... Dan ketika sang penggagas dengan terpaksa memposting ide-ide atau pendapatnya sendirian, maka hal itu rawan terhadap salah persepsi dari pihak lain...Kesimpulannya: yowis embuh!
Nah, bertitik tolak dari kesimpulan yang "yowis embuh" itu, maka mulai hari ini nama blog ini diubah menjadi "BUAH ZAITUN" dan benar-benar murni blog pribadi sang penggagas. Jika content atau isi dari blog ini sebagian besar berkaitan dengan kegiatan atau dinamika di lembaga Sekkau, ya wajar saja karena sang penggagas memang seorang patun Sekkau. Jadi mungkin masa berlaku blog ini hanya sampai sang penggagas menyelesaikan masa baktinya di lembaga ini, alias ketika dapat "skep pindah". Setelah itu yowis bubar.***(gus)
Selasa, 24 Maret 2009
HIKAYAT PATUN DAN JEMBATAN AMPERA






Hingar-bingar karya wisata (karwis) Pasis Sekkau A-85 berakhir sudah, namun betapapun masih menyisakan sejumlah kenangan indah bagi mereka yang mengikutinya. Termasuk para patun, yang sungguh “termehek-mehek” dengan pesona jamuan makan malam di atas kapal “Putri Kembang Dadar” yang disponsori Pak Walikota Palembang berkat mediator Danlanud Letkol Pnb Asril Samani, menyusuri Sungai Musi dan melintas di bawah Jembatan Ampera – ikon Kota “Empek-Empek” Palembang – di malam hari. Wow dahsyatnya!
Dan kiranya foto-foto ini sudah cukuplah untuk mengisahkan kedahsyatan hikayat para patun di Jembatan Ampera, dalam taburan bintang-gumintang di langit malam, serta kerlap-kerlip lampu nan membuat siapapun kan terkenang sepanjang zaman….***(gus)
Dan kiranya foto-foto ini sudah cukuplah untuk mengisahkan kedahsyatan hikayat para patun di Jembatan Ampera, dalam taburan bintang-gumintang di langit malam, serta kerlap-kerlip lampu nan membuat siapapun kan terkenang sepanjang zaman….***(gus)
Senin, 16 Maret 2009
SEBENARNYA BERAPA GAJI DARI ANGGOTA DPR?

Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali. Rutin perbulan meliputi :
Gaji pokok : Rp 15.510.000Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000
Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama.
Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.
Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000.
Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:
Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU
Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000.
Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.
Selasa, 10 Maret 2009
LETKOL PNB TAHYODI

Letkol Pnb Tahyodi
*Lanjutan Dostun Baru
Ciri khas dostun satu ini ya...rambutnya yang sebagian mulai gak kompak sama itu kepala...hehehe...Tapi jangan remehkan jagoan satu ini, karena ia adalah mantan juragan helikopter yang bermarkas di Subang. Yup, dialah Letkol Pnb Tahyodi.
Lahir dari kawasan ”goyang” Karawang, 6 Februari 1968. Lulus AAU tahun 1990 (idem dengan Kang Gandhi, Aa Engkus, Cak Amaly, dan Mas Ardhi). Penerbang helikopter yang sepintas tampak kalem penampilannya ini, lulus Sekkau 65 tahun 1999, kemudian Seskoau 41 tahun 2004. Sebagai penerbang karirnya termasuk komplit karena lulus SIP dan sekaligus menjadi instruktur Sekbang yang pernah melahirkannya.
Sebagian besar karirnya memang di Subang, khususnya Skadron Udara 7. Lihat saja, dia pernah jadi Kasi Lambangja, Dan Flight D dan B, lalu sempat ke Jogja sebenatar sebagai Dan Flight Dik C Skadik 102 Lanud Adiautjipto. Setelah itu ditarik lagi ke Kalijati sebagai Kadisops Skadud 7, lalu masuk staf lanud sebagai Kadispers Lanud Suryadarma. Dari sini sudah jelas, karirnya harus sampai puncak di skadron yang membesarkannya, jadi Komandan Skadron. Walhasil, karena dia lama mengabdi di Subang, ”rejeki”nya pun banyak diperoleh di daerah penghasil nanas itu.
Pengalaman di luar negeri mengikuti Aviation Med dan Safety Aviation di Singapura. Memperistri Siswati, Spd, mereka dianugerahi tiga gadis manis masing-masing Ageng Sekar Pertiwi, Khalilah Sista Madani, dan Khanesya Thaherajodi. Ok bos, met bertugas di lembah zaitun (maksudnya sarang patun) ini....***
*Lanjutan Dostun Baru
Ciri khas dostun satu ini ya...rambutnya yang sebagian mulai gak kompak sama itu kepala...hehehe...Tapi jangan remehkan jagoan satu ini, karena ia adalah mantan juragan helikopter yang bermarkas di Subang. Yup, dialah Letkol Pnb Tahyodi.
Lahir dari kawasan ”goyang” Karawang, 6 Februari 1968. Lulus AAU tahun 1990 (idem dengan Kang Gandhi, Aa Engkus, Cak Amaly, dan Mas Ardhi). Penerbang helikopter yang sepintas tampak kalem penampilannya ini, lulus Sekkau 65 tahun 1999, kemudian Seskoau 41 tahun 2004. Sebagai penerbang karirnya termasuk komplit karena lulus SIP dan sekaligus menjadi instruktur Sekbang yang pernah melahirkannya.
Sebagian besar karirnya memang di Subang, khususnya Skadron Udara 7. Lihat saja, dia pernah jadi Kasi Lambangja, Dan Flight D dan B, lalu sempat ke Jogja sebenatar sebagai Dan Flight Dik C Skadik 102 Lanud Adiautjipto. Setelah itu ditarik lagi ke Kalijati sebagai Kadisops Skadud 7, lalu masuk staf lanud sebagai Kadispers Lanud Suryadarma. Dari sini sudah jelas, karirnya harus sampai puncak di skadron yang membesarkannya, jadi Komandan Skadron. Walhasil, karena dia lama mengabdi di Subang, ”rejeki”nya pun banyak diperoleh di daerah penghasil nanas itu.
Pengalaman di luar negeri mengikuti Aviation Med dan Safety Aviation di Singapura. Memperistri Siswati, Spd, mereka dianugerahi tiga gadis manis masing-masing Ageng Sekar Pertiwi, Khalilah Sista Madani, dan Khanesya Thaherajodi. Ok bos, met bertugas di lembah zaitun (maksudnya sarang patun) ini....***
LETKOL LEK IR AGUS SUPRIYANTO

LETKOL LEK IR AGUS SUPRIYANTO
*Lanjutan Profil Dostun Baru
Ini dia dostun baru berikutnya, lahir di Malang 26 Agustus 1966. Masuk tentara melalui jalur Sepamilsuk ABRI III/ 1990. Lalu Sekkau Angkatan ke-70 tahun 2001 dan Seskoau Angkatan ke-43 tahun 2006.
Ia adalah seorang insinyur elektronika lulusan Unbraw Malang, beristrikan Rini Susiati SH dan telah dikaruniai dua anak. Masing-masing Azizan Aryasena dan Bhaskara Paramartha.
Mengawali karir di Lanud Abdulrachman Saleh Malang sebagai perwira DP (terkait dengan jalur masuknya yang melalui beasiswa kala kuliah di Unbraw). Setelah itu tahun 1992 ia ditarik ke AAU sebagai Gadik, dan tahun 1998 berkesempatan melaksanakan penugasan ke luar negeri, tepatnya di Montreal-Kanada sebagai Ka TOF FFS C-130.
Selanjutnya tahun 2000 ditarik ke Jakarta sebagai Ka Faslat Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma. Cukup lama di Halim, lalu 2007 ditarik lagi ke AAU sebagai Kasubdep Komputer Deplek AAU. Nah, memasuki tahun 2009, nasib baik membawanya ke Sekkau sebagai dosen dan patun (dostun).
Agus termasuk tipe perwira yang tahan duduk di depan komputer untuk nge-net sambil ndengerin musik melalui headset di kedua kupingnya. Tampak enjoy banget jika melihatnya sedang melalukan aktifitas ”ritual”nya itu. ”Di jogja saya harus ke warnet kalau mau ngenet, lha di sini gratis ya dimanfaatkan seoptimalnya lah!” kilahnya. Dasar patun Sekkau yang sedang membimbing karmil, bicaranya ya ga jauh dari urusan ”optimalisasi”. Met bertugas deh!***
*Lanjutan Profil Dostun Baru
Ini dia dostun baru berikutnya, lahir di Malang 26 Agustus 1966. Masuk tentara melalui jalur Sepamilsuk ABRI III/ 1990. Lalu Sekkau Angkatan ke-70 tahun 2001 dan Seskoau Angkatan ke-43 tahun 2006.
Ia adalah seorang insinyur elektronika lulusan Unbraw Malang, beristrikan Rini Susiati SH dan telah dikaruniai dua anak. Masing-masing Azizan Aryasena dan Bhaskara Paramartha.
Mengawali karir di Lanud Abdulrachman Saleh Malang sebagai perwira DP (terkait dengan jalur masuknya yang melalui beasiswa kala kuliah di Unbraw). Setelah itu tahun 1992 ia ditarik ke AAU sebagai Gadik, dan tahun 1998 berkesempatan melaksanakan penugasan ke luar negeri, tepatnya di Montreal-Kanada sebagai Ka TOF FFS C-130.
Selanjutnya tahun 2000 ditarik ke Jakarta sebagai Ka Faslat Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma. Cukup lama di Halim, lalu 2007 ditarik lagi ke AAU sebagai Kasubdep Komputer Deplek AAU. Nah, memasuki tahun 2009, nasib baik membawanya ke Sekkau sebagai dosen dan patun (dostun).
Agus termasuk tipe perwira yang tahan duduk di depan komputer untuk nge-net sambil ndengerin musik melalui headset di kedua kupingnya. Tampak enjoy banget jika melihatnya sedang melalukan aktifitas ”ritual”nya itu. ”Di jogja saya harus ke warnet kalau mau ngenet, lha di sini gratis ya dimanfaatkan seoptimalnya lah!” kilahnya. Dasar patun Sekkau yang sedang membimbing karmil, bicaranya ya ga jauh dari urusan ”optimalisasi”. Met bertugas deh!***
Langganan:
Postingan (Atom)
